MENJADI KETURUNAN ARAB DI INDONESIA: KASUS-KASUS DILEMATIS

“Ontaaa.. kamu tu lho, hidungnya jangan nantang, ngabis-ngabisin udara aja, kasihan yang lain nanti kekurangan oksigen”

          Sudah terlalu sering panggilan semacam “unta”, “Arab”, dan segala macam makhluk padang pasir disematkan kepada kami. Mungkin inilah satu dari sekian banyak kasus dilematis yang dihadapi oleh masyarakat keturunan Arab di Indonesia. Dicap sebagai orang “Arab” -orang luar-  di tanah kelahiran kami, dan tempat identitas kewarganegaraan kami, namun pada realitanya di negara leluhur kami, Arab, kami tidak “diakui”, karena negara-negara Arab memiliki asas ius soli, yakni memberlakukan identitas kewarganegaraan berdasarkan tempat kelahiran. Ya, Saya adalah seorang peranakan Arab, lebih tepatnya Yaman, yang tinggal dan tumbuh besar di Indonesia. Sebagai keturunan ketiga yang tinggal di Indonesia, kami mengalami banyak pertukaran budaya: antara nilai-nilai khas Arab dari leluhur yang selalu ditanamkan di rumah, dan budaya khas Indonesia, lingkungan tempat kami menjalin  interaksi sosial.

          Sebagaimana tersebut dalam sejarah, asal mula kedatangan keturunan bangsa Arab adalah untuk menyebarkan agama Islam dan mencari nafkah. Hubungan interaksi sosial antara masyarakat Arab-Indonesia menghasilkan suatu pola kebiasaan yang saling mempengaruhi sehingga terciptanya kebiasaan dan kebudayaan baru yang saling adopsi antar kedua belah pihak (Koentjaraningrat, 1980: 269-270).

            Pemukiman orang-orang Arab di Surakarta berpusat di daerah Kecamatan Pasar Kliwon. Penduduk pada kelurahan Pasar Kliwon sejumlah 7172 jiwa, 3474 orang laki-laki dan 3698 orang perempuan. Jumlah kepala keluarga yang ada sebesar 1327 jiwa. Dari total penduduk tersebut terbagi atas warga keturunan Arab, Cina dan Jawa. Dan komunitas Arab merupakan keturunan asing terbesar dibandingkan komunitas Cina.[1] Hal ini disebabkan oleh tarikan migran yang datang dalam kelompoknya sendiri mempunyai latar belakang budaya yang sama sehingga terbentuk suatu perkampungan yang khusus dihuni oleh etnis Arab. Kebanyakan dari kami kemudian disekolahkan di tempat yang sama, di sekolah yang dibangun oleh kakek-kakek kami yang pada mulanya hanya eksklusif untuk suatu golongan tertentu dari kami.[2] Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya sekolah tersebut menjadi terbuka bagi semua golongan.[3] Hal menarik yang dapat ditemukan di sekolah tersebut adalah sebagian besar civitas akademika di sekolah tersebut masih saling memiliki hubungan kerabat, dan saling bertetangga. Nama para siswanya pun sebagian besar hanya berputar pada nama Muhammad, Ahmad, Ali, Abubakar, Umar, Fatimah, Khadijah, Aminah, dan Aisyah.

          Perkumpulan yang intens dengan sesama masyarakat keturunan Arab dan kondisi kota Solo yang amat kental bahasa dan budaya jawanya mengakibatkan terbuatnya sebuah bahasa yang unik, percampuran antara bahasa Arab, Jawa, dan Indonesia. Di bawah ini contoh percakapan yang biasa terjadi pada masyarakat keturunan Arab di Solo:

A:  “Ahlan! Bekheer?”

  : “Halo, apakah kabarmu baik-baik saja?

B: “Kheer, Alhamdulillaah, keif ente? Semua royyid to?”

  : “Baik, Alhamdulillah, Kamu bagaimana? Semua baik-baik saja kan?”

A:  “Alhamdulillaah, cuma rodok ta’ab ana nggarap tugas- tugas”

   :  “Alhamdulillah, cuma Saya agak lelah mengerjakan tugas-tugas”

B:  “Lhaya to, tugasnya sakalayhim, wa uangelnya ndiyak umum

   : “iya, tugasnya sangat banyak dan susah”

A: “Kalau pulang sekolah nanti ana ke baytak kef? Walidak ada? Walidi mau ngambek kain”

   : “Bagaimana jika nanti selepas sekolah Saya ke rumahmu? Apakah ayahmu ada? Ayahku ingin mengambil kain” 

          Contoh dialog diatas menunjukkan betapa dilematisnya masyarakat keturunan Arab dalam berbahasa. Hanya sedikit dari kami yang benar-benar mengerti bagaimana menggunakan bahasa Jawa dan bahasa Arab yang baik dan benar. Bahkan kebanyakan dari kami tidak bisa mengimplementasikan bahasa krama inggil, bahasa jawa halus yang terkenal dari Solo, dalam bergaul dengan masyarakat sekitar. Pun sudah jarang dari kami yang mengerti kaidah dan bahasa Arab Fusha.[4]  Sebagian besar dari kami juga sering merasa kesusahan bila berhubungan dengan saudara kami yang tinggal di Arab. Hanya sebagian kecil keluarga kalangan khusus yang mengajarkan bahasa Arab dan ilmunya kepada putra-putrinya. Agak tragis memang, diakui sebagai orang “Arab” namun tidak bisa berbahasa Arab.

***

          Karena ingin mencari hal dan pengalaman yang baru, Saya memutuskan untuk melanjutkan studi SMA Saya di suatu sekolah yang berbeda. Di sebuah sekolah yang dapat dibilang jauh dari rumah. Hal tersebut merupakan hal yang jarang dilakukan oleh wanita di kalangan kami. Karena kebanyakan orang tua kami takut mengenai pergaulan dan pendidikan putri-putrinya, sehingga mereka merasa enggan dan khawatir bila menyekolahkan anak-anak mereka selain di sekolah turun-temurun seperti yang telah tersebut di atas. Namun syukurlah, keluarga Saya cukup terbuka dan mendukung pilihan Saya untuk sekolah di tempat yang berbeda. Alasan lain saya ingin “mendobrak” tradisi ini juga adalah, karena Saya ingin mengembangkan sistem dari sekolah Saya nantinya dan mencari perbandingan antara sekolah asal saya dengan sekolah lain.

          Termasuk hal tidak biasa di lingkungan Kami yang Saya lakukan adalah, ikutnya saya dalam berbagai kegiatan di luar sejak kecil. Sebagian besar anak-anak masyarakat keturunan Arab hanya hidup, berkumpul, dan bermain di wilayah Pasar Kliwon. Kalau pun ada yang mengikuti suatu kegiatan kursus, les, ataupun kegiatan olahraga, mereka lebih memilih melakukan kegiatan di sentra-sentra kegiatan yang tersedia di daerah kami. Berbeda dengan hal yang dilakukan oleh orang tua Saya. Semenjak sebelum TK, Saya sudah diikutkan les Sempoa yang kebanyakan muridnya adalah anak-anak keturunan Tionghoa. Sejak SMP hingga SMA Saya aktif di kegiatan pembinaan dan perlombaan olimpiade matematika Nasional sehingga memperluas relasi dan kerangka berpikir Saya. Bahwasanya banyak hal yang dapat Saya pelajari dari mereka yang “berbeda” etnis dengan Saya. Bahwasanya negara ini kaya. Bahwasanya perbedaan budaya itu indah. Bahwasanya semua dari kita itu bersaudara. Bukankah pelangi tak akan indah bila hanya terdiri dari satu warna?

***

          “Kalau orang Arab tu harus nikah dengan orang Arab juga ya, Rim?”

Pernikahan endogami. Hal yang sangat sering ditanyakan pada Saya. Memang, kasus pernikahan endogami menjadi salah satu konflik paling dilematis yang dirasakan oleh sebagian masyarakat keturunan Arab, khususnya bagi kalangan wanitanya. Dalam sejarahnya, penyebaran “koloni” Arab di seluruh wilayah Nusantara mendorong terjadinya asimilasi dengan penduduk setempat melalui perkawinan. Sehingga hampir semua masyarakat keturunan Arab di Indonesia bermoyangkan (Ibu) orang pribumi.

Generasi masyarakat keturunan Arab pada awal abad ke-20 merupakan golongan yang telah “menjadi Jawa” atau bahkan belum pernah “menjadi Arab” sebelumnya. Lingkungan yang kental dengan nilai-nilai budaya Jawa dan diasuh oleh seorang ibu golongan ningrat cenderung menjadikan keturunan Arab lebih mengenal budaya ibunya dibanding budaya ayahnya. Kontribusi inilah yang menyebabkan disorientasi identitas yang banyak dialami oleh masyarakat keturunan Arab.[5]  Namun memang, banyak dari masyarakat keturunan Arab yang menikah dengan sesamanya, terlebih lagi wanitanya karena nasab dalam Arab berdasarkan keturunan dari segi ayah, dan nasab merupakan hal yang dibanggakan oleh masyarakat Arab. Banyak dari mereka bahkan menghafal dan mencatat nama-nama kakek mereka hingga Nabi Adam.[6]

Terlepas dari apapun alasan dilakukan atau tidak dilakukannya pernikahan endogami oleh masyarakat keturunan Arab, akan tetapi, bukankah tujuan dari suatu pernikahan adalah melestarikan keturunan? Karena masalah pernikahan endogami akan selalu menjadi topik yang tak akan pernah usai diperbincangkan.

***

     Jangan heran bila Anda akan dijamu dengan banyak sekali makanan, utamanya berdaging kambing, bila berkunjung ke rumah keluarga keturunan Arab. Makanan Kami sedikit banyak dipengaruhi oleh tradisi leluhur Kami. Lagi-lagi kasus dilematis. Berbeda dengan orang Arab asli, yang meskipun banyak makan daging tetapi jarang makan nasi, masyarakat keturunan Arab selain banyak makan daging, juga banyak makan nasi. Ya, seperti lidah orang jawa yang belum “makan” jika belum makan nasi.

           Di samping itu satu tradisi yang menurut Saya perlu dilestarikan dari masyarakat keturunan Arab di Indonesia adalah penjamuan mereka terhadap tamu. Kami sangat menyukai kedatangan tamu dan menjamunya dengan sebaik-baik jamuan yang kami punya. Pintu rumah kami selalu terbuka bagi siapapun yang ingin datang. Menyia-nyiakan tamu adalah sebuah aib yang sangat tidak pantas dilakukan bagi kami. Kami rela hanya menyisakan 1 kamar untuk keluarga besar kami demi menggunakan seluruh kamar yang kami punyai untuk istirahat tamu. Jamuan akan disajikan secara melimpah, meskipun tak jarang juga mubazir, demi penghormatan terhadap tamu.

***

          Bagaimana pun juga, ras, budaya dan tradisi Arab berpengaruh besar dalam hidup Saya. Gaya hidup, bahasa, budaya dan tradisi yang Kami lakukan banyak dipengaruhi oleh leluhur Kami. Saya jadi mengenal bagaimana pola pikir leluhur kami, dan pentingnya melestarikan nilai-nilai terpuji yang telah ditanamkan oleh mereka kepada anak-anak mereka. Seperti tradisi ramah-tamah Indonesia, tradisi Arab telah mengajarkan Saya betapa pentingnya keramahan dan adab dalam berinteraksi sosial. Bahwasanya menjadi minoritas membuat Kami lebih memahami makna toleransi.

          Saya akan terus melanjutkan  dan akan mengajarkan tradisi-tradisi terpuji, dan nilai-nilai baik yang telah ditanamkan oleh leluhur Saya kepada anak-anak Saya nantinya. Dengan tetap berpikir terbuka, tentunya.  Dengan tetap menerima dan melakukan hal-hal baik dari etnis manapun. Dengan berbaur dengan sesama dan menghindari sikap menyendiri dengan satu golongan (isolasi).

           Namun, sejatinya Saya adalah warga negara Indonesia. Cukuplah sumpah pemuda keturunan Arab 1934 menjadi penanda identitas masyarakat keturunan Arab di Indonesia. Bahwasanya tanah air peranakan Arab adalah Indonesia.

          Layaknya yang telah dipesankan oleh Buya Hamka kepada Abdur Rachman Baswedan:

Arab Indonesia dibesarkan dengan gado-gado, bukan dengan mulukhia. Dengan durian, bukan dengan kurma. Dengan sejuknya hawa gunung, bukan dengan panasnya padang pasir. Mereka tidak tumbuh besar di pinggir Nil dan Eufrat, tapi di tepi Bengawan, Kapuas, dan Musi. Lebih gurih minyak sawit daripada minyak samin. Oleh sebab itu, satu-satunya jalan selamat bagimu di masa tuamu adalah dengan menceburkan diri ke dalam bangsa ibumu. Tanah airmu adalah Indonesia.[7]

[1] Laporan Monografi Dinamis Kelurahan Pasar Kliwon, September 2010.

[2]Golongan ‘Alawiyyin

[3] Yayasan Pendidikan Islam Diponegoro yang sebelumnya bernama Madrasah Al Islamiyyah  Ar-Rabithah Al ‘Alawiyyah

[4] Bahasa Arab Formal

[5]Thaqafiyyat, Vol. 13, No. 2, Desember 2012

[6] Phillips K. Hitti, The History of Arabs.

[7] Nabiel A. Karim Hayaze,  A.R. Baswedan: Resolusi Batin Sang Perintis, PT.Mizan Pustaka, Bandung, 2015, hlm.259.

4 thoughts on “MENJADI KETURUNAN ARAB DI INDONESIA: KASUS-KASUS DILEMATIS

  1. Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan KAUM MUSLIM, memulihkan kejayaan KAUM MUSLIM, melindungi KAUM MUSLIM dari kesesatan – terutama dari perpecahan dan / atau kemurtadan – dan memberi KAUM MUSLIM tempat yang mulia di akhirat. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    LEBIH DAN KURANG SAYA MOHON MAAF. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada KAUM MUSLIM : yang hidup maupun yang mati, di dunia maupun di akhirat – KHUSUSNYA SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHAHBIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM, PARA LELUHUR BELIAU – KHUSUSNYA NABI IBRAAHIIM ‘ALAIHISSALAAM, PARA KELUARGA BELIAU – KHUSUSNYA AHLUL BAIT, PARA SAHABAT BELIAU – KHUSUSNYA KHULAFAUR RASYIDIIN, PARA SALAF AL-SHAALIH – KHUSUSNYA 10 SAHABAT YANG DIJAMIN MASUK SURGA, PARA SYUHADA – KHUSUSNYA SAYYIDINAA HAMZAH BIN ‘ABDUL MUTHTHAALIB, PARA IMAM –KHUSUSNYA 4 IMAM BESAR MADZHAB AHLUS SUNNAH & 12 IMAM BESAR MADZHAB SYI’AH, PARA WALI – KHUSUSNYA PARA ANGGOTA “WALI SONGO”, PARA ULAMA KHUSUSNYA KH HASYIM ASY’ARI (NAHDHATUL ‘ULAMA) & KH AHMAD DAHLAN (MUHAMMADIYAH). Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    PEMBUKA

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    RAGAM SHALAWAT

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya semuanya.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin. Shalaatan tunjinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat. Wa tuthahhiruna bihaa min jamii’is-sayyi-aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaat. Wa tuballighuna bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’ilkhairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan umatnya, shalawat yang dengannya kami selamat dari semua ketakutan dan bencana, dan Engkau sucikan kami dari semua kejahatan, Engkau angkat kami ke derajat yang tinggi di sisiMu, dan Engkau sampaikan semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dalam hidup maupun sesudah mati.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa nuuril anwaar. Wa sirril asraar. Wa tiryaqil-aghyaar. Wa miftaahil baabil yasaar. Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-mukhtaari wa aalihil-ath-haari wa ash-haabihil akhyaar. ‘Adada ni’amillaahi wa afdhaalih.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penetral duka, dan pembuka pintu kemudahan, junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.

    Allaahumma shalli shalatan kaamilah. Wa sallim salaaman taamman ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-ladzii tanhallu bihil-‘uqad. Wa tanfariju bihil-kuruub. Wa tuqdhaa bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul-khawaatim. Wa yustasqal-ghamaamu biwajhihil-kariim. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salaam yang sempurna pula, kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, yang dengan beliau itu Engkau lenyapkan kesusahan, Engkau tunaikan segala kebutuhan, dan diperoleh segala keinginan dan akhir hidup yang baik, serta diberi minum dari awan berkat wajahMu yang mulia. Juga kepada keluarganya, sahabatnya dan umatnya dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadinil-habiibil-mahbuub. Syaafil ‘ilali wa mufarrijil-kuruub. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi wa baarik wa sallim.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, kekasih dan yang dikasihi, (dengan izin Allah) penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-awwaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-aakhirin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fin-nabiyyiin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-mursaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil mala-il a’laa ilaa yaumid-diin. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang kemudian. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para nabi. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para rasul. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para arwah hingga hari kemudian, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa ruuhi Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad fil arwaahi, wa ‘alaa jasadihil fil ajsaadi, wa ‘alaa qabrihi fil qubuuri. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada ruh junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di alam ruh, dan kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur. Dan kepada keluarga, sahabat dan umatnya semua.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya sebanyak jumlah nikmat Allah dan karuniaNya.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baarik wa sallim ‘adada maa ahaatha bihi ‘ilmuka wa jaraa bihi qalamuka wa nafadza bihi hukmuka fii khalqika wa ajri luthfika fii umuurinaa wal muslimiina wal muslimaat.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam, berkah kepada Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad, kepada keluarganya, sahabatnya, umatnya sebanyak jumlah apa-apa yang diliputi ilmu-MU, digariskan oleh qalam-MU, ditetapkan dalam hukum-MU terhadap makhluk-MU, dan curahkanlah kelembutan-MU di dalam seluruh urusan kami, kaum Muslim lelaki serta Muslim perempuan.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi shalaatan ahlis-samaawati wal aradhiina ‘alaihi wa ajri yaa maulaanaa luthfakal khafiya fii amri wa arinii sirra jamaali shun’ika fiimaa aamuluhu minka yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam, berkah kepada Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin, kepada keluarganya, sahabatnya, umatnya dengan shalawat penduduk langit dan bumi kepadanya. Dan alirkanlah, wahai tuhanku, kelembutan-MU yang tersembunyi dalam urusanku, dan tampilkan rahasia keindahan buatan-MU dalam apa-apa yang cita-citakan dari-MU, wahai tuhan semesta.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    Ya Allaah, berilah shalawat serta keselamatan dan keberkahan, untuk junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad SAW dan saudara-saudaranya dari para Nabi dan Rasul, dan istri-istri mereka semua, keluarga mereka, turunan-turunan mereka, dan sahabat-sahabat dari semua Nabi dan Rasul, termasuk Sahabat-Sahabatnya Nabi Muhammad semua dan semua yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW.

    DOA KANZUL ‘ARSY

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikil qudduus
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ra-uufirrahiim
    Laa ilaaha illallah, subhaanal ghafuurirrahim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kariimil hakiim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci raja yang maha suci
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha bijaksana

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil wafiyy
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal lathiifil khabiir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ma’buud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuuril waduud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal wakiilil kafiil

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi
    Tiada tuhan selain Allaah, yang maha halus lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi yang disembah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha pencinta
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung

    Laa ilaaha illallaah, subhaanar raqiibil hafiizh
    Laa ilaaha illallaah, subhaanad daa-imil qaa-im
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal muhyil mumiit
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil qayyuum
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaaliqil baari’

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menghidupkan lagi mematikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi menjadikan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal mu’minil muhaimin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal habiibisy syahiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haliimil kariim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi tunggal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memberi keamanan lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhanyang maha mencintai lagi maha menyaksikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil qadiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil aakhir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanazh zhaahiril baathin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril muta-‘aal
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadhil haajat

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang pertama lagi terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang awal dan yang akhir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang nyata lagi yang rahasia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memenuhi semua keperluan

    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘arsyil ‘azhim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanir rahiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbiyal a’laa
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal burhaanis sulthaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il bashiir

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menguasai singgasana yang besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki bukti kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lagi maha melihat

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil qahhaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil hakiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ramaanid dayaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril akbar

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha besar

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil ‘allaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanasy syaafil kaafi
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil baaqii
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ardhi was samaawaati

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menyembuhkan lagi mencukupi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha kekal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi esa

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuurisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil mulki wal alakuut
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ‘izzati wal ‘azhamah
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil haibati wal qudrah

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha membalas
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan

    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aalimil ghaiib
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hamidil majiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hakiimil qadiim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kebesaran dan kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menegtahui hal ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan ang maha bijaksana lagi maha terdahulu

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadiris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamis salaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikin nashiir

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuasa lagi maha mnutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lgi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha damai
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha raja lagi maha penolong

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyir rahmaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qariibil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaana waliyyil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shabuuris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaana khaaliqin nuur

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha pengasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha dekat kebaikannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha menguasai kebaikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha penyabar lagi menutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan menciptakan cahaya

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil mu’jiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal faadhilisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil qadim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil jalaalil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaalishil mukhlish

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha utama lagi maha berterima kasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya keluhuran lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha murni lagi memurnikan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shaadiqil wa’di
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haqqil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil quwwatil matiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil ‘aziiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil ladzii laa yamuut

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang benar janjinya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha benar lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya kekuatan lagi maha kokoh.
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha hidup lagi tidak mati

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamil ghuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘uuyuub

    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ghufraanil musta’aan
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘aalamiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanis sattaar

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui yang ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan maha menutupi semua cacat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan semesta alam
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha menutupi

    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahiimil ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil wahhaab
    Laa ilaaha illallaah, subhaana qaadiril muqtadir
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ghufraanil haliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana malikil mulk

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha pemurah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yangmaha kuasa lagi maha memberi kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki semua kerajaan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal baari-il mushawwir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanallaahi ‘amma yashifun
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal jabbaaril mutakabbir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qudduusis shubbuuh

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha perkasa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha membangga
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dari apa yang dianggap oleh orang kafir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dalam sosok dan sifat

    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil malaa-ikati war ruuh
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil aalaa-I wanna’maa-i
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikil maqshuud
    Laa ilaaha illallaah, subhaana hannaanil mannaan

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan para malaikat dan ruh
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan pemilik tanda-tanda tinggi dan nikmat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan raja yang menjadi tujuan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih dan pemberi

    Laa ilaaha illallaah, sayyidina aadamu ‘alaihis salaam shafiyyullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina nuuhun ‘alaihis salaam najiyyulaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ibraahiimu ‘alaihis salaam khaliilullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ismaa-‘iilu ‘alaihis salaam dzabiihullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina muusaa ‘alaihis salaam kaliimullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam khaliifatullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam ruuhullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana
    muhammadur rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam

    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Aadam AS pilihan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Nuuh AS diselamatkan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ibraahiim AS teman dekat Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ismaa-‘iil AS yang disembelih Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Muusaa AS yang diajak bicara oleh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Daawuudu AS khalifah Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina ‘Iisaa AS ruh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah

    Allaahummarhamnaa bibarakati tauraati sayyidina muusaa ‘alaihis salaam wa injiili sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam wa zabuuri sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam wa furqaani sayyidina wa nabiyyina wa maulaana muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

    Ya Allaah, kasihilah kami dengan berkah Taurat Sayyidina Muusaa AS, Injil Sayyidina ‘Iisaa AS, Zabuur Sayyidina Daawuud AS dan al-Furqaan / al-Qur-an sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah, dengan kasihmu, yang maha penyayang. Dan segala puji bagi Allaah, tuhan semesta.

    RAGAM DOA

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Ya Tuhanku, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

    RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

    Ya Tuhanku, janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baik dzat yang mewarisi. (QS. Al-Anbiya-i’: 89).

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa.

    Ya Allaah, ampunilah aku dan ibu bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil.

    Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri. (QS. Al-Ahqaaf: 15).

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, rahasiakanlah cdela kami, wujudkanlah niat kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan KAUM MUSLIM. Pulihkanlah kejayaan KAUM MUSLIM, Lindungilah KAUM MUSLIM dari kesesatan dan berilah KAUM MUSLIM tempat mulia di akhirat.

    Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM tetap dimiliki KAUM MUSLIM, Jadikanlah INDONESIA DAN DUNIA MUSLIM baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur. Jadikanlah DUNIA NON MUSLIM dimiliki KAUM MUSLIM. Jadkanlah musuh Islam ditaklukan KAUM MUSLIM.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Ya Allaah, jauhkanlah bencana, wabah, kekejian, kekerasan dan cobaan – yang terlihat maupun tersamar – dari negeri kami khususnya dan dari dunia Muslim umumnya.

    Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.

    Ya Allaah, hancurkalah musuhmu, musuh agamamu, yaitu orang kafir, bid’ah dan musyrik.

    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.
    Ya Allaah, cerai beraikanlah persatuan mereka, goyahkanlah keyakinan mereka.

    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

    Ya Allaah, masukkanlah kami melalui jalan yang benar, keluarkanlah kami melalui jalan yang benar, dan berilah aku kekuasaan yang menolong.

    Allaahumma ashlih lanaa diinanal ladzii huwa ‘ishmatu amrina Wa ashlih lanaa dun-yaanal latii fii haa ma’asyunaa. Wa ashlih lanaa aakhiratanal latii ilaihaa ma’aadunaa. Waj’alil hayaata ziyadatan lanaa fii kulli khairin. Waj’alil mauta raahatan lanaa min kulli syarrin

    Ya Allaah, perbaikilah agama kami karena itulah pedoman untuk urusan kami, Dan perbaikilah dunia kami karena itulah kehidupan kami. Dan perbaikilah akhirat kami karena itulah tujuan kami. Jadikanlah hidup kami sebagai tambahan kebajikan. Jadikanlah mati kami sebagi istirahat dari segala keburukan.

    YA ALLAAH, IZINKANLAH SEGALA NAMA DAN GELAR SAYYIDINA WA NABIYYINA WA MAULAANAA MUHAMMAD SHALLALLAAHU’ALAIHI WA AALIHI WA SHAHBIHI WA UMMATIHI WA BARAKA WAS SALLAM MEWUJUDKAN BERKAH KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA BAGI KAMI, KELUARGA KAMI, NEGARA KAMI, BANGSA KAMI DAN KAUM MUSLIM.

    YA ALLAAH, CURAHKANLAH SEGALA KASIH SAYANG-MU KE SEANTERO SEMESTA – KHUSUSNYA KAMI, KELUARGA KAMI, NEGARA KAMI, BANGSA KAMI, DAN KAUM MUSLIM.

    YA ALLAAH, LINDUNGILAH / BEBASKANLAH SEANTERO SEMESTA DARI SEGALA BENCANA – KHUSUSNYA KAMI, KELUARGA KAMI, NEGARA KAMI, BANGSA KAMI, DAN KAUM MUSLIM.

    —— doa khusus untuk PARA NABI, PARA KELUARGANYA, PARA SAHABATNYA, SEMUA YANG BERJASA PADA (PARA) NABI, PARA SALAF AL-SHAALIH, PARA SYUHADA, PARA WALI, PARA HABAIB, PARA IMAM, PARA ULAMA DAN SEMUA YANG BERJASA PADA ISLAM, SERTA SEMUA MUSLIM SALEH YANG (TELAH) WAFAT. Semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka. Semoga kita masuk golongan mereka.

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Ya Allaah, dengan hak yang Engkau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Faatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam dan berkah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam, kami mohon segala hal yang terbaik, segala hal yang terindah bagi semesta – khususnya kami, keluarga kami, negara kami, bangsa kami dan seluruh kaum Muslim.

    Ya Allaah, dengan segala hak yang Engkau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Faatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam, berkah semoga selalu tercurah kepada Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, kabulkanlah yaa Allaah segala doa kami.

    PENUTUP

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *