Ritual Pernikahan Masyarakat Keturunan Arab di Solo

1. Pra-Akad Nikah

a. Khitbah

Kata khitbah berasal dari bahasa Arab yang secara sederhana diartikan dengan penyampaian kehendak untuk melangsungkan ikatan perkawinan. Khitbah adalah tahap paling awal dari ritual pernikahan masyarakat keturunan Arab di Solo. Khitbah biasanya dilakukan dengan kunjungan keluarga inti dari calon mempelai pria ke kediaman calon mempelai wanita. Dalam prosesi khitbah, calon mempelai pria diperkenankan untuk bertemu dengan calon mempelai wanita. Khitbah akan menghasilkan keputusan apakah pihak wanita menerima pinangan dari pihak pria atau tidak.

b. Fatihah

Fatihah adalah seperti acara “tunangan”. Disebut “fatihah” karena dalam acara tersebut dibacakan doa dan surat fatihah sebagai bentuk simbolis diterimanya pinangan calon mempelai pria oleh pihak wanita. Acara fatihah biasanya terdiri dari pembukaan, pembacaan kalimat pinangan oleh pihak pria dengan bahasa Arab, yang dilanjutkan dengan pembacaan kalimat penerimaan oleh pihak wanita. Setelah itu, ditutup oleh doa dan qoshidah, yakni nyanyian yang berupa syair khas Arab. Fatihah dihadiri oleh keluarga kecil dari kedua belah pihak. Isi dalam acara fatihah adalah pembacaan doa dan pemberian cincin “fatihah” yang biasanya diwakili oleh ibu calon mempelai pria kepada calon mempelai wanita sebagai simbol bahwa ia telah diikat. Hal yang menarik dari acara fatihah adalah, calon mempelai lelaki tidak diperkenankan hadir dalam acara tersebut.

c. Lamaran

Lamaran adalah pemberian seserahan dari keluarga calon mempelai pria ke calon mempelai wanita. Biasanya Lamaran berupa berbagai barang maupun makanan. Ada dua versi lamaran masyarakat keturunan Arab. pertama, dengan meletakkan seserahan dalam kotak-kotak yang dihias, dan yang kedua dengan meletakkan seserahan ke dalam koper-koper.

d. Pacar

Pacar adalah acara khusus perempuan. Acara ini biasanya diawali dengan pembacaan qashidah Burdah yang kemudian dilanjutkan dengan hiburan lagu-lagu khas arab dan diiringi tarian-tarian arab oleh teman-teman maupun kerabat dari calon mempelai wanita. Acara diakhiri dengan pengolesan pacar (henna) oleh para sesepuh kepada calon mempelai wanita sebagai tanda doa restu. Biasanya henna dipakaikan hanya sebatas dari ujung jari hingga tangan. Henna yang dipakaikan juga hanya sebagai simbolis dan langsung diusap, karena sebelumnya henna telah dibuat polanya.

2. Akad Nikah

Akad nikah adalah prosesi inti sekaligus prosesi yang paling sakral. Dengan akad, menyatulah kedua jiwa dalam sebuah mahligai rumah tangga. Untuk menjaga kesakralannya, prosesi akad nikah dalam masyarakat keturunan arab di Solo hanya dihadiri oleh orang-orang terdekat saja dengan kondisi mempelai dan hadirin putra dan putri berada di tempat yang berbeda. Rangkaian acara akad nikah dalam masyarakat keturunan arab terbagi menjadi beberapa acara:

a. Arak-arakan Rombongan Pengantin Pria Prosesi akad nikah biasanya diawali dengan arak-arakan rombongan pengantin pria menuju rumah mempelai wanita/ tempat diadakannya akad nikah. Arak arakan biasanya diikuti oleh orang-orang terdekat dari pihak pria. Selama arak-arakan, biasanya diiringi dengan alat musik rebana dan lagu-lagu arab.

b. Pembacaan Maulid Nabi Setelah sampai ke kediaman mempelai wanita, atau tempat prosesi akad, acara dimulai dengan pembacaan ringkasan hidup Nabi Muhammad SAW. (dalam bentuk prosa maupun syair yang berbahasa arab) dengan tujuan mengharap berkah dan manfaat darinya.

c. Khutbah Nikah

Khutbah nikah dibacakan dalam bahasa Arab. Inti dari khutbah nikah adalah wasiat dan keutamaan menikah, serta pembacaan kalimat taubat dan istighfar bersama-sama.

d. Ijab Qabul

Ijab Qabul adalah acara inti dalam proses akad nikah. Ijab Qabul dilakukan oleh orang tua mempelai wanita atau wakilnya dengan mempelai pria.

e. Doa

Setelah Ijab Qabul, dibacakan doa oleh ulama’ agar kedua mempelai diberkahi dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rohmah, serta diberi keturunan yang shalih-shalihah. Pada prosesi akad nikah, mempelai putra biasanya mengenakan gamis khas Arab beserta imamah (di kepala) yang dihiasi dengan bunga-bunga.

3. Pasca-Akad Nikah

a. Temu

Saat temu, mempelai pria dan wanita yang baru saja diresmikan ini dipertemukan. Pengantin pria membacakan doa terhadap pengantin wanita dengan memegang kepalanya, selanjutnya pengantin wanita mencium tangan pengantin pria.

b. Jalsah Gahwa

Jalsah Gahwa dilaksanakan pada sore hari setelah akad nikah. Ini adalah acara ringan, minum kopi dan makan snack ringan dengan tujuan mengakrabkan kedua keluarga.

c. Malam Hajir Marawis dan Zafin

Malam Hajir Marawis dan Zafin menjadi salah satu hal yang sangat ditunggu dalam rangkaian acara pernikahan masyarakat keturunan Arab di Indonesia. Biasanya acara zafin diawali dengan pembacaan maulid Nabi dan dihadiri oleh keluarga besar dari kedua mempelai. Jenis musik hajir marawis dibawa ke Indonesia oleh para pedagang dan ulama yang berasal dari Yaman beberapa abad yang lalu. Disebut Marawis karena musik dan tarian ini menggunakan alat musik khas mirip kendang yang disebut Marawis. Alat musik tetabuhan lainnya yang digunakan adalah hajir atau gendang besar, dumbuk (sejenis gendang yang berbentuk seperti dandang), tamborin, dan ditambah lagi dua potong kayu bulat berdiameter sekira 10 cm. Penari Zafin adalah laki-laki, yang biasanya menggerakkan tarian ke depan dan ke belakang. Jumlah penarinya sendiri tak ditentukan. Namun biasanya penari dibuat berpasang-pasangan.

d. Resepsi

Resepsi yang dilakukan mirip dengan layaknya resepsi di Indonesia. Diadakan di gedung dengan mengundang keluarga besar, kerabat, relasi, dan kawan. Resepsi dilaksanakan oleh pihak wanita.

e. Unduh Mantu Unduh mantu sama dengan resepsi, namun diadakan oleh pihak mempelai pria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *